Tolak Akal-Akalan BRR!
March 19th, 2008 | by ilham |Saat ini BRR (Badan Rehabilitas dan Rekonstruksi Aceh-Nias) sedang mengkaji kemungkinan revisi Perpres Nomor 30 Tahun 2005 tentang rekonstruksi dan rehabilitasi Aceh-Nias. Tujuannya apa lagi kalau bukan menjustifikasi sejumlah keteledoran dan ketidak mampuannya dalam mewujudkan target-target rekonstruksi dan rehabilitasi.
Revisi tersebut berpotensi menjustifikasi kinerja dan capaian yang sebetulnya tidak optimal dilakukan BRR selama proses rehabilitasi dan rekonstruksi berlangsung di Aceh dan Nias. Terlalu banyak target yang tak terkejar, terlalu banyak penyimpangan, dan terlalu sering korban kecewa.
Tindakan BRR kali ini setali tiga uang. Tentu aneh! Dalam model perencanaan yang rasional, apabila target tidak terpenuhi pada periode tertentu, tentu harus diupayakan pada periode berikutnya. Dan jika tidak juga sampai batas waktu tertentu, ada pertanggungjawaban yang memadai dan rekomendasi tindak lanjut yang tepat. Minimal kegagalan bisa dijelaskan.
Rupanya orang-orang di BRR tidak demikian. Justru mereka berusaha mengubah Renstra (rencana strategis). Logika macam apa ini? Ini bukan sepakbola gila. Saat tim anda kebobolan banyak, anda ubah aturannya: tim yang menang adalah yang paling banyak kebobolan. Gila dan tak mungkin.
Bagi banyak kalangan di Aceh, revisi di akhir masa tugas atas Perpres yang diamanahkan merupakan langkah aneh dan tidak masuk akal. Masa tugas BRR tinggal satu tahun lagi. Jadi ingat lirik lagu Iwan Fals “Mengapa tidak dari dulu? Jelas kami kecewa!”
4 Responses to “Tolak Akal-Akalan BRR!”
By -tikabanget- on Mar 21, 2008 | Reply
ah..
kitik2in ajah mereka sampe ngaku.
ngaku kalo : “KAMI MEMANG GILA..!!”
By ilham on Mar 26, 2008 | Reply
hehehehe… kalo mereka masih punya sense tentang kegilaan itu. tp…
By YosHi on Apr 12, 2008 | Reply
Namanya juga udah BRR (Bagi Rame-Rame) ayo dibagi biar rata n pada gak ribut kekurangan jatah
By kiki on Aug 1, 2008 | Reply
kalau kejanggalan dan ketidak becusan selalu yang disalahin BRR, lihatlah daerah yang dulu terisolir dimana sekarang penuh dengan kemegahan kotanya kok gak dibilang itu karena ada BRR?jangan saling menyalahkan ayo kita instropeksi diri kapan negara kita bisa maju
Thanks BRR