Jakarta I’m Coming!

March 24th, 2008

Weks, setelah 4 hari jadi EO untuk TOT Good Governance (GoGo), saya dapat cuti. Cuti ga lama Kira-kira seminggu, start from Wendsday 26. Sebenarnya sih, bulan ini padat amir. Sampai-sampai hari Sabtu-Minggu dan hari-hari libur nasional aja selalu kepakai. Selain TOT GoGo, masih banyak lagi acara serupa. Termasuk pada 3 event pekan-akhir bulan ini. Complaint Handling Management, Legal Drafting, hingga Co-op Training.

Anyway, ceritanya Boss dan saya bersepakat untuk mengambil cuti bareng. Beliau ke Jogja dan saya ke Jakarta. Pasalnya saya bertugas sebagai asisten. So cuti jangan sampai mengganggu aktivitas beliau. Read the rest of this entry »

Seniman Profetis dari Tanah Rencong

March 24th, 2008

1.jpgEpisentrum UleeKareng (Komunitas Tikar Pandan) baru saja menggelar pameran lukisan Mahdi Abdullah. Perhelatan tersebut menarik perhatian media maupun penikmat seni, lantaran sang pelukis disebut-sebut sebagai salah satu yang terbaik. Pengakuan ini rasanya tidak berlebihan. Mahdi Abdullah adalah sedikit di antara pelukis Aceh, bahkan Indonesia, yang karya-karyanya pernah dipamerkan di luar negeri. Pertanyaan kita, apa yang membuatnya begitu menarik dan bernilai tinggi?

Pertanyaan di atas agaknya bisa lebih tuntas dijawab, jika kita menilai peran profetis seniman dalam dunia yang penuh masalah kemanusiaan. Meminjam Clifford Geertz, seorang mahaguru antropologi, lukisan-lukisan Mahdi Abdullah akan lebih bunyi, jika kita letakkan dalam kerangka seniman sebagai cultural broker. Read the rest of this entry »

Nanggapi Blog, Cerdas Dikitlah!

March 20th, 2008
“…blog adalah media. Sebagai media, ia bisa menguntungkan anda atau tidak, tergantung cara anda berurusan dengannya dan dengan apa yang terjadi pada diri anda. Jadi mulailah cerdas, dan jangan hanya mengeluh!”

Nada miring tentang blogger dan dunia blogging seakan tak ada habisnya. Setelah RM Roy yang getol mencecar blogger, kini Achmad Dani. Pentolan musik Dewa ini di salah satu tayangan Youtube menyebut internet adalah dunia orang pengecut dan pengunjung blog adalah orang bodoh.

Terhadap komentar tersebut, ada baiknya hal-hal berikut dipahami bersama:

Yang pertama yang dapat dilakukan adalah membuat pemetaan mengenai blogger itu sendiri. Ini sudah pernah dilakukan, misalnya, pada saat perhelatan Pesta Blogger. Orang-orang hebat juga tidak sungkan nulis di blog. Paling tidak untuk menaruh karya-karyanya agar bisa menjangkau lebih banyak lagi pembaca. Ini contoh kecil blogger berkualitas dan blogging yang sehat. Read the rest of this entry »

Buruh Gendong

March 20th, 2008

ps. saya sudah coba cari ilustrasi foto buat buruh gendong di indonesia, tapi ga nemu di kang google. mungkin mereka memang terabaikan. saking terabainya, tak ada yang memotret, tak ada stok foto yang tersedia!
…….

dan buruh gendong

seandainya ada penghasilan yg lebih baik…

tak kan ada yg mau jadi buruh gendong

seandainya ada keterampilan lebih baik…

tak kan ada yg mau jadi buruh gendong

seandainya ada uluran modal sedikit saja…

tak kan ada yg mau jadi buruh gendong

karena buruh gendong tak pernah jadi cita-cita kami

……..

Lagi Poor Dad, Rich Dad Kyosaki

March 20th, 2008

Beberapa ulasan berikut ini bukan hal baru. Namun akan kontekstual jika kita sandingkan dengan sejumlah isu sosial seperti kemiskinan dan semacamnya. Paling tidak sebagai tambahan perspektif untuk isi blog ini. Juga sebagai pelengkap bagi tulisan sejenis dalam edisi Inggris yang saya tulis beberapa saat lalu.

Rich Dad Poor Dad’ adalah istilah yang digunakan Robert Kiyosaki dalam menjelaskan pengamatan, strategi dan and taktik dalam memperoleh dan menjaga kekayaan dan kemandirian financial.

Bukunya Rich Dad Poor Dad: What the Rich Teach their Kids About Money That the Poor and Middle Class Do Not! merupakan kisah dirinya sendiri. Read the rest of this entry »

Tolak Akal-Akalan BRR!

March 19th, 2008

Saat ini BRR (Badan Rehabilitas dan Rekonstruksi Aceh-Nias) sedang mengkaji kemungkinan revisi Perpres Nomor 30 Tahun 2005 tentang rekonstruksi dan rehabilitasi Aceh-Nias. Tujuannya apa lagi kalau bukan menjustifikasi sejumlah keteledoran dan ketidak mampuannya dalam mewujudkan target-target rekonstruksi dan rehabilitasi.

Revisi tersebut berpotensi menjustifikasi kinerja dan capaian yang sebetulnya tidak optimal dilakukan BRR selama proses rehabilitasi dan rekonstruksi berlangsung di Aceh dan Nias. Terlalu banyak target yang tak terkejar, terlalu banyak penyimpangan, dan terlalu sering korban kecewa.

Tindakan BRR kali ini setali tiga uang. Tentu aneh! Dalam model perencanaan yang rasional, apabila target tidak terpenuhi pada periode tertentu, tentu harus diupayakan pada periode berikutnya. Dan jika tidak juga sampai batas waktu tertentu, ada pertanggungjawaban yang memadai dan rekomendasi tindak lanjut yang tepat. Minimal kegagalan bisa dijelaskan. Read the rest of this entry »

Sakit tanpa Terobati

March 18th, 2008

Tesis bahwa negara kita lalai terhadap warganya agaknya belum perlu dicabut. Setelah Daeng Basse di Makassar, kini Iis di Jakarta (5 hari lalu). Belum luput kepiluan kita melihat tayangan berita di TV maupun berita di koran tentang Basse ibu hamil 7 bulan yang meninggal kelaparan. Anda harus mengusap lagi dada dengan kematian Iis akibat sakit yang tanpa terobati.

Iis yang sempat sakit lima hari di rumahnya akhirnya dijemput maut. Iis yang merupakan warga miskin tak mampu, atau tepatnya tak berani berobat. Padahal sakit gangguan pada tenggorokannya (gondongan) sangat akut Ia tak mampu makan karenanya. Belum lagi demam panas yang ditimbulkan akibat sakitnya itu.

Hingga meninggal, tak ada bantuan pengobatan ataupun uluran tangan tetangganya. Seperti juga banyak kaum miskin lain di Indonesia, Iis sekeluarga tidak memiliki kartu miskin dari Pemkot setempat karena berkartu penduduk Cirebon. Padahal ini merupakan program pemerintah bersama askeskin. Read the rest of this entry »

Edan, Dana Tsunami untuk Senjata

March 18th, 2008

Negeri ini memang sudah edan. Uang rakyat yang jelas-jelas peruntukannya pun bisa salah urus. Apalagi yang memang “ga jelas”.

Demikian yang saya rasakan sehubungan tindakan BRR yang semakin edan. Terungkap di sejumlah media lokal bahwa BRR menggunakan sebagian dana korban tsunami untuk membeli senjata. Padahal dana bantuan dari berbagai negara dan lembaga donor tersebut jelas untuk rakyat yang diamuk tsunami. Bukan justru dibelikan senjata. Dalam kasus Aceh sudah terlalu sering senjata milik militer dipakai untuk membunuh rakyat.

Konon pengadaan alat militer yang dilakukan BRR mencakup suku cadang/ban pesawat, peralatan berat, serta persenjataan ringan dan amunisi bagi TNI/polri. Rinciannya jumlah amunisi yang dibeli mencapai 19.769 butir, suku cadang dan ban pesawat 2.299 unit, alat utama militer 985 unit, senjata 295 unit, senapan dan pistol 56 unit, alat berat militer 483 unit, dan lainnya. Read the rest of this entry »

Escaping Poverty Trap ala Kyosaki

March 17th, 2008

When I was a student I used to discuss about poverty trap. But as the time goes, I become aware that not only the poor who are trapped in poverty cycle, but also people with better economic income may do so.

It is well described by Kyosaki in his two master pieces Rich Dad Poor Dad or Cashflow Quadrant. In the first book, for example, Rich Dad Poor Dad, he attempts to change the mindset of the average employee by referring himself as a man whose father are both rich and poor. His biological father was a respectable scholar. He was a head of education for the State of Hawaii, of course with a PhD title. But unfortunately, he had always not enough money. Kyosaki tells us that he died in debts. So he calls him poor dad.

Read the rest of this entry »

Membangkitkan Hacker Ethic

March 17th, 2008

hacker-ethics.jpgPuji syukur, usia ilhams.com sudah sekitar 1 minggu. Masih sangat baru, apalagi jika dibandingkan dengan abangnya kafemotor atau kafemotor.org. Namun demikian, yang membuat saya patut bahagia karena blog semacam ini memang idaman saya.

Pertama kali buka WP di ilhamsaenong saya memulai dengan model dan tujuan yang sama dengan blog ini. Tak lama, blog tersebut terbengkalai akibat mulai buka kafe. Kafemotor sengaja saya buka karena dari ribuan blog, tak satupun yang dengan serius mengangkat tema otomotif roda dua. Toh jumlah bikers yang sering surfing bejibun, dan mereka butuh media alternatif untuk saling mencerahkan. Read the rest of this entry »